mytipsbisnisku.my.id –
Jakarta – Perusahaan raksasa pengiriman, FedEx, mengungkapkan bahwa pelanggan mulai menghindari opsi pengiriman yang dimaksud lebih banyak cepat dan juga mahal. Menurut FedEx, hal ini disebabkan oleh pembaharuan yang terjadi pada beberapa tahun terakhir.
Melansir dari CNBC International, pembaharuan yang dimaksud adalah aktivitas pembelanjaan konsumen yang tersebut cepat dan juga dengan harga jual tinggi. Hal ini meningkatkan pendapatan perusahaan ke rekor baru.
Namun, permintaan yang digunakan melemah, konsumen yang tersebut “lebih sensitif” terhadap harga, naiknya harga yang digunakan mereda, serta pasokan yang mana tambahan baik menghasilkan beberapa sektor mencari keuntungan tanpa dorongan kenaikan harga.
Berbagai sektor sudah menemukan sebagian solusi, yakni melalui pemangkasan biaya untuk mengubah menjadi lebih besar efisien. Para eksekutif dilaporkan sudah mengedarkan rencana pemotongan biaya ini ke Wall Street di beberapa minggu terakhir.
Pada minggu lalu, Nike menurunkan perkiraan pertumbuhan pelanggan tahunannya lalu mengumumkan rencana untuk memotong biaya sebesar US$ 2 miliar atau sekitar Rp30,78 triliun (asumsi Rp15.390/US$) selama tiga tahun ke depan.
Perusahaan-perusahaan termasuk Spirit Airlines juga terkena dampak perlambatan pada pemesanan domestik dan juga biaya yang tambahan tinggi, sementara produsen mainan Hasbro mengumumkan PHK terhadap 1.100 karyawan dikarenakan perusahaan yang disebutkan berjuang dengan jualan mainan yang mana lesu.
“Saya pikir perusahaan lebih tinggi baik di mengontrol biaya daripada mempertahankan kekuatan penetapan harga,” kata Kepala Strategi Global J.P. Morgan Asset Management, David Kelly, disitir Awal Minggu (1/1/2024).
“Perusahaan barang tidak ada mempunyai kekuatan penetapan nilai seperti pada waktu pandemi juga beberapa dalam bidang hotel kemudian perjalanan tidaklah miliki kekuatan penetapan harga, seperti pasca-Covid,” imbuhnya.
Menurut perkiraan analis pertengahan Desember yang dimaksud diposting oleh FactSet, peningkatan transaksi jual beli untuk perusahaan dalam S&P 500 diperkirakan rata-rata 2,7% tahun ini. Angka ini turun dari rata-rata pertumbuhan 11% pada 2022 dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, margin bersih diperkirakan turun cuma sedikit dari tahun ke tahun, yakni menjadi 11,6% dari 11,9%.
“Perusahaan sangat berjanji untuk mempertahankan margin,” kata Kelly.
Meskipun perkiraan penjualannya lebih lanjut lemah, FedEx tetap saja mempertahankan prospek pendapatan yang dimaksud disesuaikan untuk tahun fiskal yang dimaksud berakhir pada 31 Mei. Organisasi mengumumkan langkah-langkah pemotongan biaya tahun lalu.
Konsumsi Pangan & Sandang Masih Kuat
Meskipun mengalami perlambatan, pengeluaran konsumen terlihat masih tangguh. Survei Mastercard SpendingPulse menunjukkan bahwa pengeluaran ritel selama liburan meningkat sebesar 3,1% dari 1 November hingga 24 Desember 2023 apabila dibandingkan dengan periode yang dimaksud serupa pada 2022, yakni pengeluaran ritel konsumen tahun-ke-tahun meningkat sebesar 7,6%.
Namun, penurunan ini tak dirasakan secara merata di tempat seluruh industri. Berdasarkan survei Mastercard, pengeluaran dalam restoran naik 7,8% selama periode liburan, melampaui peningkatan secara keseluruhan.
Eksekutif pada Starbucks menyatakan bahwa pelanggan masih kuat lalu pelanggan cenderung memilih minuman yang digunakan lebih besar mahal sehingga mendongkrak pemasaran lalu keuntungan.
Sementara itu, pengeluaran konsumen untuk pakaian juga substansi makanan masing-masing naik 2,4% dan juga 2,1% apabila dibandingkan periode tahun sebelumnya,. Namun, pengeluaran untuk perhiasan turun sebesar 2,4% serta pengeluaran pada elektronik turun 0,4%.
Para eksekutif maskapai penerbangan telah terjadi memuji permintaan yang tersebut kuat sepanjang musim panas seiring dengan pemulihan perjalanan dari penghentian akibat pandemi. Namun, tarif turun dari 2022, yakni ketika kapasitas dibatasi oleh kekurangan staf serta keterlambatan pesawat.
Laporan pemuaian terbaru dari Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa tarif penerbangan turun 12% pada November dari tahun sebelumnya.
CEO Southwest Airlines, Bob Jordan, menyatakan bahwa tarif maskapai masih naik dari tahun lalu, meskipun ada beberapa diskon selama waktu perjalanan yang tersebut kurang ramai.
Maskapai ini telah lama memangkas rencana peningkatan kapasitasnya untuk 2024 lalu berencana menggunakan pesawat lebih besar sejumlah selama periode permintaan yang lebih tinggi tinggi.
“Perubahan kapasitas tahun depan semuanya tentang mengoptimalkan jaringan untuk mencocokkan pola permintaan baru,” kata Jordan.
Sementara itu, produsen otomotif juga kehilangan kekuatan penetapan tarif pasca permintaan yang tersebut kuat selama bertahun-tahun lalu pasokan kendaraan baru yang rendah menghasilkan kembali keuntungan rekor di dalam Amerika Utara bagi produsen otomotif Detroit juga perusahaan asing seperti, Toyota.
Harga operasi rata-rata kendaraan baru naik dari kurang dari US$38 ribu pada Januari 2020 menjadi lebih banyak dari US$50 ribu pada awal 2023. Menurut data terbaru dari Cox Automotive, biaya tetap saja tinggi meskipun turun lebih banyak dari 3,5% hingga Oktober menjadi sekitar US$47.936.
“Konsumen pasti menolak. Namun, kami berpikir konsumen masih sehat,” kata Seorang strategi ekuitas di tempat Bank of America, Ohsung Kwon, merujuk pada sebagian harga.
“Neraca keuangan konsumen masih terlihat fenomenal,” imbuhnya.
Warga Negeri Paman Sam Makan Tabungan & Tumpuk Utang
Ada sejumlah hal yang digunakan menggembirakan mengenai kondisi konsumen Amerika Serikat – lingkungan ekonomi kerja masih kuat, bilangan bulat pengangguran rendah, juga belanja tetap memperlihatkan kuat.
Namun, konsumen juga memanfaatkan tabungan mereka itu serta menumpuk utang kartu kredit, dengan sisa mencapai rekor US$ 1,08 triliun pada akhir kuartal ketiga, menurut Federal Reserve New York. Taraf tunggakan kartu kredit juga berada di tempat menghadapi tingkat sebelum pandemi.
Dinamika yang dimaksud menciptakan sebagian konsumen menghurangi pengeluaran pada pada waktu perusahaan sedang bergulat dengan pembaharuan pengeluaran seiring dengan meredanya perasaan khawatir akan pandemi.
Konsumen yang tersebut menghabiskan sejumlah uang selama lockdown akibat pandemi penyebaran virus Corona untuk membeli barang-barang seperti perlengkapan perbaikan rumah, kemudian mengalihkan uang merek ke layanan seperti perjalanan serta restoran ketika pembatasan dicabut
Meskipun maskapai penerbangan, banyak pengecer, kemudian lainnya memperkirakan musim liburan akan cerah, pertanyaannya adalah apakah konsumen akan melanjutkan kebiasaan belanja mereka itu di beberapa bulan mendatang, yang digunakan biasanya merupakan musim sepi untuk berbelanja kemudian bepergian, teristimewa ketika merek melunasi kredit merekan baru-baru ini.
Artikel Selanjutnya Video: Aksi Boikot negara Israel Meluas, Ini adalah Efeknya!
